PERAN GURU KELAS SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PADA PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 010 TELUK PINANG KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA

 

 

PERAN GURU KELAS SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PADA PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS V

SEKOLAH DASAR NEGERI 010 TELUK PINANG

KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA

 

 

 

 

  

 

Oleh

 

MUHAMMAD YUSRA

NIRM. 1209.15.07680

 

 

 

SKRIPSI DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN DARI

PERSYARATAN DAN TUGAS-TUGAS GUNA MENCAPAI

GELAR SARJANA PENDIDIKAN PADA PROGRAM

STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH

IBTIDAIYAH JURUSAN TARBIYAH

STAI AULIAURRASYIDIN

TEMBILAHAN

1441 H/2020 M

SURAT PERNYATAAN

 

Bismillahirromanirrahim

 

Nama          : Muhammad Yusra

NIRM          : 1209. 15. 07680

Jurusan/Prodi : Tarbiah

Program       : Strata Satu (S1)

Dengan ini saya Muhammad Yusra, NIRM 1209.15.07680 menyatakan dengan sungguh-sungguh :

1.  Saya menyadari bahwa memalsukan karya ilmiah dalam bentuk yang dilarang oleh undang-undang, termasuk pembuatan karya ilmiah oleh orang lain dengan imbalan atau mengambil karya orang lain, adalah tindakan kegiatan yang harus di hukum menurut undang-undang yang berlaku.

2.  Bahwa skripsi ini adalah hasil karya tulis saya sendiri bukan karya orang lain atau karya plagiat.

3.  Bahkan didalam skripsi ini tidak pernah terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar serjana di perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat pernah diterbitkan orang lain.

Bila dikemudian hari terbukti pernyataan saya ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi:

1.  Skripsi ini berserta nilai-nilai hasil ujian skripsi saya dibatalkan.

2.  Pencabutan kembali gelar keserjanaan yang telah saya peroleh,serta penarikan ijazah serjana dan termasuk trnskrip nilai yang telah saya terima

 

Tembilahan, 21 Mei 2020

Peneliti

 

 

 

Muhammad Yusra

NIRM. 1209. 15. 07680

 

 

 

NOTA DINAS PEMBIMBING

 

Hal       : Skripsi Saudara Muhammad Yusra

Lampiran  : _

 

 

                             Kepada Yth.

                             Ketua STAI Auliaurrasydin

                             di-

                                  Tembilahan

 

 

Assalamualaikum Wr, Wb.

     Setelah membaca, meneliti, mengoreksi dan mengadakan perbaikan seperlunya terhadap skripsi saudara:

 

Nama          : MUHAMMAD YUSRA

NIRM          : 1209.15.07680.

Program       : S1 (Strata Satu)

Jurusan       : Tarbiyah

Program Studi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Judul Skripsi : PERAN  GURU  KELAS  SEBAGAI MOTIVATOR

                DALAM  MENINGKATKAN INTERAKSI  SOSIAL

                PADA  PROSES  PEMBELAJARAN DI KELAS V

                SEKOLAH DASAR NEGERI 010 TELUK PINANG

                KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA

 

     Dengan ini saya menilai bahwa skripsi tersebut sudah dapat disajukan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan untuk diujikan dalam rangka memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.

 

Wassalammualaikum Wr, Wb.

 

 

 

Tembilahan, 21 Mei 2020

                                   Pembimbing

 

 

 

 

                          RIKA DEVIANTI, S.Pd.I.,M.Pd.

                                 NIDN. 2122038801

 

 

 

MOTTO


 


dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.

(At-Taubah : 105)

 

 

 

 

PERSEMBAHAN

 

Yang Utama Dari Segalanya...

Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan kasih sayang-Mu telah memberikanku kekuatan, membekaliku dengan ilmu serta memperkenalkanku dengan cinta. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam selalu terlimpahkan keharibaan Rasullah Muhammad SAW.

Kupersembahkan karya sederhana ini kepada orang yang sangat kukasihi dan kusayangi

 

Ibunda dan Ayahanda Tercinta

Sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terima kasih yang tiada terhingga kupersembahkan karya kecil ini kepada Ibu dan Ayah yang telah memberikan kasih sayang, segala dukungan, dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin dapat kubalas hanya dengan selembar kertas yang bertuliskan kata cinta dan persembahan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membuat Ibu dan Ayah bahagia karna kusadar, selama ini belum bisa berbuat yang lebih. Untuk Ibu dan Ayah yang selalu membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih sayang, selalu mendoakanku, selalu menasehatiku menjadi lebih baik,

 

Terima Kasih Ibu.... Terima Kasih Ayah...

Terima kasih banyak untuk bantuan dan kerja samanya selama ini…

 

Serta semua pihak yg sudah membantu selama penyelesaian Tugas Akhir ini...

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

MUHAMMAD YUSRA (2020):   PERAN GURU KELAS SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PADA PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 010 TELUK PINANG KECAMATAN GAUNG ANAK SERKA

 

Peran sebagai motivator adalah salah satu peran penting guru dalam meningkatkan interaksi sosial yang terjadi pada proses pembelajaran. Mengingat kegiatan pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari proses interaksi antara guru dan siswanya. Faktanya tidak semua siswa mampu berinteraksi dengan baik kepada guru dan dengan sesama siswa, dalam konteks inilah diperlukan motivasi dari guru. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, dan apa faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kelas V dan 22 orang siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan rumus persentase.

Hasil analisa data melalui observasi dan angket dapat disimpulkan bahwa: Peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, mencapai angka 74,36% dan dikategorikan baik, karena angka 74,36% terletak pada interval 61% - 80%. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, adalah:Siswa meniru gaya dalam mencari jawaban. Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap pelajaran agar mendapatkan hadiah. Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapatkan juara.Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman. Siswa berusaha belajar agar berprestasi. Siswa ingin seperti teman yang berprestasi. Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran. Siswa belajar leboh giat untuk membahagiakan orabng tua. Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman. Siswa ingin seperti teman yang pintar. Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

Kata Kunci: Motivator, Interaksi Sosial

 

 

KATA PENGANTAR 

     Puji syukur senantiasa dipersembahkan kehadirat  Allah Yang Maha Kuasa. Karena atas limpahan karunia, hidayah dan petunjuk-Nya jualah peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

     Penulisan skripsi ini bertujuan untuk melengkapi tugas-tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Auliaurrasyidin Tembilahan.

Dalam penulisan skripsi ini, peneliti telah banyak meminta perhatian, bantuan dan sumbangan pikiran dari berbagai pihak. Oleh sebab itu izinkanlah peneliti pada kesempatan ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kedua orangtua peneliti yang telah membesarkan dan memberikan kebahagiaan bagi ananda. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada:

1. Bapak H. Kursanie, S.Pd.I., sebagai Ketua Yayasan STAI Auliaurrasyidin Tembilahan.

2. Bapak Drs. H. M. Ilyas, M.A., sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan.

3. Bapak Syarifudin, S.Pd.I, M.Pd.I., selaku Wakil Ketua I di Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan.

4. Ibu Dr. Masriani, S.Ag.,M.Pd.I, selaku Ketua Prodi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Sekolah Tinggi Agama Islam Auliaurrasyidin Tembilahan.

5. Ibu Rika Devianti, S.Pd.I.,M.Pd., sebagai pembimbing dalam penulisan skripsi ini.

6. Ibu Arinawati, S.Pd., selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka berserta majelis guru yang dengan tangan terbuka menerima kehadiran peneliti untuk melakukan penelitian.

7. Bapak dan Ibu Dosen yang telah memberikan ilmunya kepada peneliti.

8. Kepada seluruh kerabat jauh dan dekat yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu namanya, yang telah banyak memberikan dukungan.

   Demikianlah, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

 

Tembilahan, 21 Mei 2020

 

 

 

 

                                 MUHAMMAD YUSRA

                              NIRM. 1209.15.07680.

 

DAFTAR ISI

 

 

Halaman Judul .................................     i

Pernyataan Keaslian ...........................    ii

Pernyataan Bebas Plagiat ......................   iii

Nota Dinas Pembimbing .........................    iv

Motto .........................................     v

Persembahan ...................................    vi

Abstrak .......................................  vii

Kata Pengantar ................................ viii

Daftar isi ....................................     x

Daftar Tabel ..................................  xii

 

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah................     1

B. Alasan Memilih Judul..................     5

C. Penegasan Istilah.....................     6

D. Permasalahan..........................     9

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ........    11

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.  Peran Guru Kelas .....................    14

1. Pengertian Peran ...................    14

2. Pengertian Guru ....................    15

3. Macam-Macam Peran Guru .............    16

B.  Interaksi Sosial ......................        24

1. Pengertian Interaksi Sosial ........    24

2. Ciri-Ciri Interaksi Sosial .........    26

3. Faktor-Faktor Pendorong

Interaksi Sosial ...................    27

4. Syarat-Syarat Terjadinya

Interaksi Sosial ...................    30

5. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial .....    31

C.  Proses Pembelajaran ...................        33

1. Pengertian Pembelajaran ............    33

2. Komponen-Komponen Pembelajaran .....    34

D.  Konsep Operasional ....................        38

 

BAB III  METODE  PENELITIAN

A. Jenis Penelitian .....................    42

B. Lokasi dan waktu penelitian ..........    43

C. Subjek dan Objek Penelitian ..........    43

D. Populasi dan Sampel Penelitian .......    44

E. Teknik Pengumpulan Data ..............    45

F. Teknik Analisa Data ..................    47

 

BAB IV PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN

       DATA HASIL PENELITIAN

A. Penyajian Data Hasil Dokumentasi .....    49

B. Penyajian Data Hasil Penelitian ......    56

C. Pembahasan Data Hasil Penelitian .....   105

      D. Analisa Data Hasil Penelitian ........   111

 

 

BAB V  PENUTUP

A. Kesimpulan ...........................   115

B. Saran ................................   115

 

Daftar Pustaka

Lampiran-Lampiran

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan dan tuntutan masyarakat modern.[1]

Salah satu ciri masyarakat modern adalah selalu ingin terjadi adanya perubahan yang lebih baik (improvement oriented). Hal ini tentu saja menyangkut berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan. Komponen yang melekat pada pendidikan di antaranya adalah kurikulum, guru dan siswa. Dalam proses pembelajaran keberadaan guru sangatlah urgen, karena guru yang menentukan, apakah tujuan pembelajaran tercapai atau tidak?, dan bagaimanakah kompetensi siswa?.

Guru merupakan orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk membimbing serta membina peserta didik. Tanpa keterlibatan aktif guru, pendidikan kosong dari materi. Secanggih apa pun sebuah kurikulum, dan visi misi. Sepanjang guru tidak mampu menampilkannya, maka kualitas lembaga pendidikan berkurang. Sebaliknya, selemah dan sejelek apa pun sebuah kurikulum, dan visi misi, jika guru bisa dalam mengajar, maka kualitas lembaga pendidikan akan bagus. Lebih-lebih jika sistem yang baik ditujang dengan kualitas guru yang inovatif, maka kualitas lembaga pendidikan semakin dahsyat.

Menurut Hamid Darmadi;

Guru memiliki peranan, tugas dan tanggung jawab terhadap anak didiknya. Peran guru tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin canggih. Karena tugas guru bersifat manusiawi yang unik dalam artiberbeda satu dengan yang lainnya.[2]

 

Di dalam proses belajar, salah satu peran guru yang terpenting adalah melakukan usaha-usaha dan menciptakan kondisi yang mengarahkan anak didik melakukan kegiatan membaca dengan baik. Guru perlu memperlihatkan sikap yang mampu mendorong anak didik untuk aktif belajar secara sungguh-sungguh.[3]

Motivasi sebagai faktor inner (batin) berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan tidak baik dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar kesuksesan belajar. Seorang besar motivasi akan giat berusaha, tampak gigih tidak mau menyerah, giat membaca buku-buku untuk meningkatkan prestasinya dan untuk memecahkan masalahnya. Sebaliknya mereka yang motivasinya lemah, tampak acuh, mudah putus asa, perhatian tidak tertuju pada pelajaran, suka menganggu kelas, sering meninggalkan pelajaran akibat banyak mengalami kesulitan belajar.[4]

Kegiatan pembelajaran merupakan suatu interaksi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dari interaksi itu pada dasarnya adalah bertambahnya pengalaman siswa baik teori maupun praktik dan perubahan tingkah laku siswa. Proses pembelajaran membutuhkan adanya kegiatan komunikasi. Komunikasi tersebut timbul karena adanya hubungan timbal balik antara guru dan siswa yang tujuan hubungan itu akan mempengaruhi perubahan intelek, watak serta sosial dan hubungan tersebut didasarkan pada hubungan yang bersifat mendidik. Dalam proses pembelajaran, diperlukan adanya aksi dan reaksi yang menjadi interaksi antara guru dan siswa mempunyai fungsi berbeda, yaitu guru berfungsi sebagai pengajar dan siswa berfungsi sebagai pelajar. Dalam proses pembelajaran, siswa sering dihadapkan dengan berbagai hambatan dalam menerima pelajaran yang diajarkan. Untuk itu, diperlukan adanya motivasi (dorongan) dari guru dan siswa.

Sehubungan dengan fungsi sebagai pengajar, pendidik, dan pembimbing, maka diperlukan adanya berbagai peranan guru agar interaksi sosial siswa dapat terbentuk selama proses pembelajaran pada pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya, baik antara siswa dengan guru maupun sesama siswa.

Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan peneliti di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, ditemukan permasalahan sebagai berikut:

Sebagai pendidik, masih ada guru yang emosional tinggi dalam melaksanakan pembelajaran. Masih ada guru yang kurang jujur dalam melakukan penilaian. Masih ada guru yang belum tepat caranya dalam berinteraksi dengan siswa, yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman guru terhadap bahasa daerah setempat yang digunakan siswa.

Ada guru yang sikapnya kurang ramah sehingga interaksi terhadap siswa kurang baik. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, masih ada guru yang menerapkan prinsip pembelajaran berpusat kepada guru, sehingga interaksi sosial yang aktif belum terbentuk. Masih ada siswa yang pemalu sehingga menyulitkan komunikasi. Guru belum maksimal dalam membimbing siswa.

Berdasarkan fakta-fakta di atas, memotivasi peneliti untuk melakukan suatu penelitian dengan judul: “Peran Guru Kelas Sebagai Motivator dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka”.

 

B. Alasan Memilih Judul

Setelah memperhatikan latar belakang yang penulis uraikan, ada beberapa alasan yang menjadi dasar begi peneliti memilih judul peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, adalah sebagai berikut:

1. Karena salah satu tugas guru agar tercapainya keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran, maka guru senantiasa untuk bisa meningkatkan interaksi sosial siswa dalam proses pembelajaran.

2. Karena setiap guru menginginkan siswanya aktif dalam kegiatan pembelajaran agar adanya interaksi antara guru dan siswa.

3. Penulis merasa tertarik untuk mengetahui mengenai “Peran Guru Kelas dalam Meningkatkan InteraksiSosial Siswa dalam Proses Pembelajaran Di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang.

4. Adanya teori yang mendukung dalam proses penelitian ini.

 

C. Penegasan Istilah

Penegasan istilah diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam memahami judul penelitian. Penegasan istilah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Peran

Menurut Daryanto, peranan dapat diartikan sebagai seperangkat tingkah laku atau tugas yang harus atau dapat dilakukan oleh seseorang pada situasi tertentu sesuai dengan fungsi dan kedudukannya.[5]

Sedangkan yang dimaksud dengan peran dalam penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan guru dalam suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Guru Kelas

Guru kelas adalah guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam proses pembelajaran seluruh mata pelajaran di kelas tertentu di TK/RA/TKLB dan SD/MI/SDLB dan yang sederajat, kecuali mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Inggris”.[6]

Sedangkan yang dimaksud dengan guru kelas adalah guru kelas yang mengajar seluruh mata pelajaran kecuali mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

3. Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang-perorangan, antara kelompok-kelompok hubungan antara orang perorangan dengan kelompok manusia.[7]

Sedangkan yang dimaksud dengan interaksi sosial dalam penelitian ini adalah hubungan yang dinamis yang menyangkut hubungan antara guru defngan guru, guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

4. Proses Pembelajaran

Menurut Desy Anwar di dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, proses adalah runtutan peristiwa dan lain-lain dalam perkembangan sesuatu.[8] Dengan demikian, proses dalam penelitian ini adalah serangkaian perbuatan guru dan siswa.

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.[9]

Pembelajaran dalam penelitian ini adalah proses berlangsungnya kegiatan belajar mengajar antara guru, siswa, bahan ajar serta unsur lainnya di dalam kelas.

 

D. Permasalahan

1. Identifikasi Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a. Masih ada guru yang emosional tinggi dalam melaksanakan pembelajaran.

b. Masih ada guru yang kurang jujur dalam melakukan penilaian.

c. Masih ada guru yang belum tepat caranya dalam berinteraksi dengan siswa, yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman guru terhadap bahasa daerah setempat yang digunakan siswa.

d. Ada guru yang sikapnya kurang ramah sehingga interaksi terhadap siswa kurang baik.

e. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, masih ada guru yang menerapkan prinsip pembelajaran berpusat kepada guru, sehingga interaksi sosial yang aktif belum terbentuk.

f. Masih ada siswa yang pemalu sehingga menyulitkan komunikasi. Guru belum maksimal dalam membimbing siswa.

2. Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan dalam penelitian ini, maka peneliti membuat batasan masalah pada peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

3. Rumusan Masalah

Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

a. Bagaimana peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka?

b. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka?

 

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

b. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Manfaat Secara teoritis

  Pembelajaran akan di gunakan dapat memberikan informasi tambahan tentang peran guru kelas dalam meningkatkan interaksi sosial siswa.

 

b. Manfaat Secara praktis

1) Bagi Sekolah

a) Memberikan pengetahuan bagi sekolah tentang peran guru kelas dalam meningkatkan interaksi sosial siswa dalam proses pembelajaran.

b) Dengan mengetahui betapa pentingnya peran guru kelas dalam meningkatkan interaksi sosial siswa dalam proses pembelajaran. Maka kepala sekolah, guru serta tenaga pendidik yang lainnya untuk saling bekerja sama didalam menjalankan tanggung jawab agar peserta didik mampu berinteraksi sosial di dalam kegiatan pembelajaran.

2) Bagi Guru

a) Untuk memberikan acuan bagi guru kelas bahwa perlunya interaksi sosial dalam proses pembelajaran.

b) Memberikan informasi bagi guru mengenai meningkatkan interaksi sosial siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga guru termotivasi didalam kegiatan pembelajaran yang guru berikan.

 

3) Bagi Siswa

  Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar untuk terlibat secara aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

4) Bagi Peneliti

  Sebagai salah satu persyaratan dalam mengambil gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Auliurrasyidin Tembilahan.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Peran Guru Kelas

1. Pengertian Peran

Menurut Desy Anwar, peran adalah sesuatu yang jadi bagian atau yang memegang, pemimpin yang terutama dalam terjadinya hal atau peristiwa.[1] Sedangkan menurut Daryanto, peran adalah tugas atau hal yang besar pengaruhnya pada suatu peristiwa.[2]

Sedangkan Moh. Uzer Usman mengemukakan bahwa peranan guru adalah terciptanya serangkaian tingkah laku yang saling berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku.[3]

Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.[4]

Dalam proses belajar mengajar, maka peran guru sangat menentukan keberhasilan yang akan diperoleh siswa. Dengan demikian jelaslah bahwa peran merupakan tindakan yang dilakukan dalam suatu kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.

 

2. Pengertian Guru

Guru adalah komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan.[5] Mengingat guru merupakan salah satu komponen penting atau salah satu bagian dari orang dewasa yang mengusahakan pendidikan, maka perlu dimengerti terlebih dahulu mengenai definisi guru.

Dalam pengertian yang sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru dalam pandangan masyarakat adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan formal, tetapi bisa juga di mesjid, di surau/mushalla, di rumah, dan sebagainya.[6]

Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.[7]

Menurut Zakiah Daradjat, dan kawan-kawan, guru adalah pendidik profesional, karenanya secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak orang tua.[8]

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa guru adalah pendidik profesional yang memiliki sejumlah tugas, peran dan tanggung jawab sesuai dengan profesinya.

 

3. Macam-Macam Peran Guru

Sebagai tenaga pendidik yang profesional, guru memiliki tugas, fungsi, peran dan tanggung jawab sesuai dengan profesinya serta undang-undang pengeruh, pelatih, penilai dan pengevaluasi dari peserta didik.

a.  Guru sebagai pendidik

Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan identifikasi bagi para peserta didik dan linhkungannya. Oleh karena itu guru harus mempunyai stndar kualitas pribadi tertentu, yang mencangkup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin.

Guru harus memahami nilai-nilai, norma moral dan sosial, serta berusaha berprilaku dan berbuat sesuai dengan nilai dan norma tersebut. Guru juga harus bertanggung jawab terhadap tindaknnya dalam proses pembelajaran di sekolah.

Sebagai pendidik guru harus berani mengambil keputusan secara mandiri berkaitan dengan pembelajaran dan pembentukan kompetensi, serta bertindak sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan.

b. Guru sebagai pengajar

Di dalam tugasnya, guru membantu peserta didik yang sedang berkembang untuk mempelajari sesuatu yang belum di ketahunya, membentuk kompetensi dan memahami materi standar yang dipelajari. Guru sebagai pengajar, harus terus mengikuti perkembangan teknologi, sehingga apa yang disampaikan kepada peserta didik merupakan hal-hal yang uptodate dan tidak ketinggalan jaman.

Perkembangan teknologi mengubah peran guru dari pengajar yang bertugas menyampaikan materi pembelajaran menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar. Hal itu dimungkinkan karena perkembangan teknologi menimbulkan banyak buku dengan harga relatif murah dan peserta didik dapat belajar melalui internet dengan tanpa batasan waktu dan ruang berlajar melalui televisi, radio dan surat kabar yang setiap saat hadir di hadapan kita.

 Derasnya arus informasi, serta cepatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah memunculkan pertanyaan terhadap tugas guru sebagai pengajar. Masihkah guru diperlukan mengajar didepan kelas sebagai seorang diri?, menginformasiakan, menerangkan dan menjelaskan. Untuk itu guru harus senantiasa mengebangkan profesinya secara profesional, sehingga tugas dan peran guru sebagai pengajar masih tetap diperlukan sepanjang hayat.

c. Guru sebagai pembimbing

Guru sebagai pembimbing dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan yang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang bertanggung jawab. Sebagai pembimbing, guru harus merumuskan tujuan secara jelas, menetapkan waktu perjalanan serta menilai kelancaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

Sebagai pembimbing semua kegiatan yang di lakukan oleh guru harus berdasarkan bekerjasama yang baik antara guru dengan peserta didik. Guru memiliki hak dan tanggung jawab dalam setiap perjalnan yang direncanakan dan di laksanakannya.

d. Guru sebagai pengarah

Guru adalah seorang pengarah bagi peserta didik, bahkan bagi orang tua. Sebagai pengarah guru harus mampu mengarahkan peserta didik dalam memecahkan permasalahan-permasalahan yang dipahami, mengarahkan peserta didik dalam mengambil suatu keputusan dan menemukan jati dirinya.

Guru juga dituntut untuk mrngarahkan peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya, sehingga peserta didik dapat membangun karakter yang baik bagi dirinya dalam mengahadapi kehidupan nyata di masyarakat.

e. Guru sebagai pelatih

Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih, yang bertugas melatih peserta didik dalam pembentikan kompetensi dasar sesuai dengan potensi masing-masing peserta didik.

Pelatihan yang dilakukan , disamping harus meperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan lingkungannya. Untuk itu guru harus banyak tahu, meskipun tidak mencakup semua hal dan tidak setiap hal secara sempurna, karena hal itu tidaklah mungkin.

f. Guru sebagai penilai

Penilaian atau evaluasi merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan, serta verbal lain yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan setiap segi penilaian, karena penilaian merupakan proses penetapan kualitas hasil belajar, atau proses untuk menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik.

Sebagai suatu proses, penilaian di laksanakan dengan prinsip-prinsip dan dengan teknik yang sesuai, mungkin tes dan non-tes. Tehnik apapun yang dipilih, penilaian harus dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi dengan tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.

Mengingat kompleksnya proses penilaian, maka guru perlu memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang memadai. Guru harus memahami teknik evaluasi, baik tes maupun non-tes yang meliputi jenis masing-masing teknik, karakteristik, prosedur pengembangan, serta cara menentukan baik atau tidaknya ditinjau dari berbagai segi, validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran soal.[9]

 

Abin S yang dikutip oleh Buchari Alma, dan kawan-kawan, mengemukakan peran dan tugas guru dalam proses pembelajaran, yaitu:

a. Sebagai konservator (pemelihara), guru bertugas memelihara sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. Dalam sistem nilai pembelajaran guru merupakan figur bagi peserta didik dalam memelihara sistem nilai.

b. Sebagai transmitor sistem nilai, guru selayaknya meneruskan sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik. Dengan demikian sistem nilai tersebut dimungkinkan akan diwariskan kepada peserta didik.

c. Sebagai transformator (penerjemah) sistem nilai, guru bertugas menerjemahkan sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadi dan perilakunya.

d. Sebagai perencana (planner) guru bertugas mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses pembelajaran. Ia harus membuat rencana pembelajaran yang matang.

e. Sebagai manajer proses pembelajaran, guru bertugas mengelola proses operasional pembelajaran, mulai dari mempersiapkan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran.

f. Sebagai pemandu (director) guru bertugas menunjukkan arah dari tujuan pembelajaran kepada peserta didik.

g. Sebagai organisator (penyelenggara), guru bertugas mengorganisasikan seluruh kegiatan pembelajaran.

h. Sebagai komunikator, guru bertugas mengkomunikasikan murid dengan berbagai sumber belajar.

i. Sebagai fasilitator, guru bertugas menyediakan kemudahan-kemudahan belajar bagi siswa, seperti memberikan informasi tentang cara belajar yang baik.

j. Sebagai motivator, guru bertugas memberikan dorongan belajar sehingga muncul hasrat yang tinggi untuk belajar secara intrinsik.[10]

 

Menurut Oemar Hamalik, ada tiga peran guru sebagai motivator, yaitu:

a.  Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan langkah penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

b.  Menentukan arah perbuatan yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

c.  Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.[11]

 

Menurut Donni Juni Priansa, peran guru sebagai motivator dapat dilihat dari mampu menyediakan pengalaman-pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik. Melalui pemahaman yang baik tentang peserta didik, maka guru mampu akan mampu mendorong peserta didik menemukan sesuatu yang menarik, bernilai, dan secara intrinsik memotivasi, menantang, dan berguna bagi peserta didik. Semakin baik guru memahami kebutuhan dan minat yang dimiliki peserta didik, maka semakin mudah guru dalam memotivasi peserta didik.[12]

Selanjutnya Donni Juni Priansa menegaskan selain perlu memahami peserta didik dengan baik, guru pun harus mampu berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dalam rangka memotivasi peserta didik. Dibutuhkan kerjasama yang saling mendukung antara guru dan orang tua peserta didik, di mana orang tua peserta didik merupakan sosok guru paling ideal yang berangkat dari rumah. Orang tua peserta didik perlu mengembangkan komunikasi positif dengan anaknya, sehingga dalam diri anak tertanam nilai-nilai positif yang akan menjadi bekal baginya ketika hidup di tengah masyarakat, terutama dalam pergaulan di sekolah. Orang tua peserta didik yang mampu memotivasi anaknya dengan positif di rumah akan mendorong anaknya untuk berperilaku positif di tengah-tengah masyarakat dan di sekolah.[13]

Menurut Kompri, peran guru dalam memotivasi belajar siswa ditunjukkan dengan cara sebagai berikut:

1) Guru harus menggairahkan peserta didik, artinya guru harus menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan dalam pembelajaran.

2) Memberikan harapan realitis, artinya guru harus memelihara harapan-harapan siswa yang realistis dan memodifikasi harapan-harapan yang kurang atau tidak realistis.

3) Memberikan insentif, artinya guru diharapkan memberikan hadiah kepada siswa (dapat berupa pujian, angka yang baik, dan sebagainya) atas keberhasilannya, sehingga siswa terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan pembelajaran.

4) Mengarahkan perilaku siswa, artinya guru harus memberikan respons terhadap siswa yang tidak terlibat secara langsung dalam pembelajaran agar berpartisipasi aktif.[14]

 

k. Sebagai penilai, guru bertugas mengidentifikasikan, mengumpulkan, menganalisis, menafsirkan data yang valid, reliabel, dan objektif, dan akhirnya harus memberikan pertimbangan atas tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut berdasarkan kriteria yang ditetapkan.[15]

Menurut Kusnadi, peran guru dalam konteks tugas dan tanggung jawab dalam proses belajar mengajar, yaitu:

a. Guru Sebagai Administrator

  Tugas mengajar pada dasarnya merupakan pekerjaan yang melibatkan banyak komponen yang harus diorganisir secara baik. Komponen dimaksud menyangkut tentang kurikulum, kegiatan, peraturan sekolah, tugas dan tanggung jawab, administrasi, dan sebagainya.

b. Guru ebagai Informator

  Guru sebagai sumber belajar merupakan individu yang sarat dengan informasi mengenai ilmu dan pengetahuan bidang studi yang diajarkan. Di sinilah kemudian seorang guru dituntut memiliki kompetensi akademik yaitu adanya kesesuaian antara mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dengan latar belakang pendidikannya.

 

 

 

 

c. Guru Sebagai Motivator

  Proses belajar mengajar merupakan kegiatan yang sangat memerlukan dukungan motivasi. Jika kurang termotivasi maka proses belajar mengajar kurang efektif. Guru berperan dalam memberikan dorongan dan semangat kepada peserta didik agar secara aktif terlibat dalam belajar.

d. Guru Sebagai Direktor

  Proses belajar mengajar merupakan proses yang sarat dengan kegiatan dan memerlukan variasi yang melibatkan antara guru dan siswa. Dalam hal ini guru sebagai pengarah dari proses pembelajaran sangat menentukan sehingga memungkinkan proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

e. Guru Sebagai Fasilitator

  Berlangsungnya proses belajar mengajar harus didukung oleh fasilitas yang memadai. Guru berperan sebagai fasilitator dalam artian harus dapat menyediakan fasilitas kemudahan bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Sebagai fasilitator dalam artian guru juga harus bisa memainkan perannya sebagai media yang mampu memfasilitasi bagi belajar siswa.

f. Guru Sebagai Inisiator

  Agar proses pembelajaran menjadi kreatif sehingga tidak membosankan maka guru harus mampu berperan sebagai pencetus ide-ide yang memungkinkan dikembangkannya metode dan strategi-strategi mengajar yang kreatif dan menyenangkan siswa.

g. Guru Sebagai Mediator

  Dalam kegiatan belajar mengajar sangat diperlukan adanya guru yang mampu menjadi mediator atau penengah. Dalam kegiatan belajar sering terjadi dialog yang terkadang tidak terkendali atau bahkan kurang sehat.

h. Guru Sebagai Evaluator

  Keseluruhan proses belajar mengajar yang dialami siswa pada akhirnya harus ada apa yang disebut evaluasi. Dalam hal ini seorang guru berperan memberikan penilaian dan pelaporan mengenai hasil belajar siswa.[16]

 

Dengan memperhatikan peran guru yang kompleks di atas, guru dapat menjalankan peran yang baik dan sesuai dengan kompetensinya.

 

B. Interaksi Sosial

1. Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial menurut Astrid.S.Susanto menyatakan bahwa hubungan antara manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhi yang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukkan struktur sosial.[17]

Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat tiga definisi yang mencangkup pengertian dari interaksi sosial, yaitu:

a. Interaksi sosial antara individu dan individu

  Apabila dua orang bertemu, interkasi sosial dimulai. Mereka bisa saling menegur, berjabat tangan, berbicara, atau bahkan berkelahi. Semua itu merupakan bentuk interaksi sosial. Walaupun orang diantara mereka sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan dalam perasaan ataupun syaraf orang-orang bersangkutan, yang disebabkan oleh misalnya, bau keringat, parfum, dan cara berjalan. Semua itu menimbulkan kesan dalam pikiran seseorang kemudian akan dilakukan.

b. Interaksi sosial antara kelompok sosial dengan kelompok sosial

  Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok lainnya terjadi sebagai suatu kesatuan dan bukan menyangkut pribadi-pribadi sebagai anggota dari setiap kelompok yang bersangkutan.[18]

c. Interaksi sosial antara individu dengan kelompok sosial

  Interaksi sosial antara individu dan kelompok berbeda-beda sesuai dengan keadaan setiap hubungan itu. Misalnya, interaksi antara seorang guru yang mengahdapi siswa-siswinya dikelas. Guru yang menghadapai siswa-siswinya dikelas pada awalnya akan berusaha menguasai para siswanya agar interaksi sosial bisa berlangsung dan seimbang.[19]

 

2. Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Untuk memahami lebih dalam tentang interaksi sosial, maka kita perlu mengetahui apa ciri-ciri dari interaksi sosial. Adapun bebertapa ciri tersebutadalah sebagai berikut:

a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang.

b. Terjadinya komunikasi diantara pelaku kontak sosial.

c. Mempunyai maksud ataub tujuan yang jelas.

d. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu.[20]

 

3. Faktor-Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Terlihat bahwa suatu interaksi sosial harus terjadi dua arah dan menuntut kegiatan para ahli, proses interaksi sosial baru akan berlangsung jika suatu aktivitas menciptakan aksi atau mempengaruhi orang lain untuk bereaksi. Berlangsungnya suatu proses interaksi yang berdasarkan pada berbagai faktor, antara lain faktor imitasi, sugesti, indentifikasi, motivasi, simpati dan empati.

a. Imitasi

  Imitasi adalah suatu tindakan, nilai, norma atau ilmu pengetahuan orang atau kelompok yang beriteraksi. Faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial yang dapat mendorong seseorang untuk memnuhi kaidah dan nilai yang berlaku. Imitasi mempunyai dua kemungkinan, yaitu sebagai berikut:

1) Imitasi positif, yaitu apabila mendorong seseorang untuk melakukan dan memenuhi kaidah-kaidah yang berlaku. Contohnya, meniru gaya seseorang penyanyi terkenal dan mencontohkan pengembangan tata kota dari negara lain.

2) Imitasi negatif, yaitu apabila mengakibatkan terjadinya hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma dan kaidah-kaidah serta melemahkan daya kreasi seseorang. Contohnya kebiasaan minum-minuman keras serta pergaulan bebas antara pemuda dan pemudi.[21]

b. Sugesti

  Sugesti adalah rangsangan, pengaruh dan stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa, sehingga orang yang diberi sugesti menuruti dan melaksanakan apa disegestikan kepadanya tanpa pikir panjang dan rasional. Misal: iklan deterjen yang mampu menghilangkan segala macam noda dalam waktu singkat, sehingga mengsugesti orang untuk segera membelinya.[22]

c. Indentifikasi

  Identifikasi merupakan kecendrungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya (tidak sadar) atau disengaja. Contoh, umat islam menjadikan nabi muhammad SAW, sebagai tipe ideal yang menjadi teladan bagi seluruh umatnya. Oleh karena itu, setiap umat islam selalu berusaha mengidentfikasi jejak kehidupan beliau terhadap pandangan sikap, maupun segala jejak langkahnya.[23]

d. Motivasi

  Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulues yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberikan motivasi melakuakan apa yang dimotisivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggaung jawab.

e. Simpati

  Kondisi adalah suatu proses yang menjadinya seseorang merasa tertarik kepada pahak lain dalam proses ini, perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting. Contohnya, seorang siswa ikut bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler tari tradisional karena tertarik dan merasa simpati kepada pelatihnya yang pandai menari.[24]

f. Empati

  Merupakan bentuk simpati yang mendalam yang dapat mempengaruhi kondisi kondisi kejiwaan dan emosional.

 

4. Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Menurut soerjono soekarto, syarat-syarat terjadinya interaksi sosial yaitu, adanya kontak sosial dan adanya komunikasi.

a. Adanya kontak sosial

  Kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tango yang artinya menyentuh, secara fisik, kontak sosial baru terjadi hubungan badaniah. Sebagai gejala sosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena orang dapat mengadakan hubungan dengan pihak lain tanpa menyentuh, seperti misalnya, dengan cara berbicara dengan pihak lain tersebut. Adanya dengan berkembangan teknologi dewasa ini, orang-orang dapat berhubungan satu dengan lainnya melalui telepon, telegraf, radio, surat, dan seterusnya, yang tidak memerlukan suatu hubungan badaniah. Kingsley Davis menyatakan bahwa, bahkan dapat dikatakan bahwa hubungan badaniah tidak perlu menjadi syarat utama terjadinya kontak.[25]

b. Adanya komunikasi

  Komunikasi adalah situasi yang menjadi seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicara,  gerak-gerak badaniah atau sikap)  dan perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.  Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut.[26]

 

5. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Adapun bentuk–bentuk interaksi sosial yang terjalin dalamprosespembelajaran di dalam kelas antara siswa dan guru maupunantar sesama siswa, menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut:

a. Menurut Gillin, interaksi sosial dibedakan menjadi

1) Intraksi sosial aosiatif,  terdiri atas sebagai berikut:

a) Kerja sama (cooperation) yaitu usaha bersama  untuk mencapai tujuan bersama.

b) Akomodasi (accomodation) yaitu proses usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan agar tercipta keseimbangan.

c) Asimilasi (assimilation), yaitu usaha mengurangi perbedaan guna mencapai satu kesepakatan dan tujuan bersama sehingga kebudayaan masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri.

d) Akulturasi (acculturation), yaitu kebudayaan dua kebudayaan atau lebih yang berbeda dengan tidak menghilangkan ciri kebudayaan dan kepribadian masing-masing.

2) Interaksi sosial bersifat disosiatif,  terdiri atas sebagai berikut:

a) Persaingan (competition), yaitu usaha melakukan sesuatu secara lebih baik dibandingkan orang la atau kelompok lain dalam mencapai tujuan.

b) Kontravensi (contraventional) yaitu intraksi yang didasari oleh rasa tidak puas, tidak terima, atau tidak pasti.

c) Pertikaian yaitu perselisihan terbuka atau diikuti ancaman dan kekerasan.

d) Konflik (confilict) yaitu interaksi sosial yang didasari oleh keinginan untuk mengalahkan, menantang, atau menghancurkan pihak lain bahkan kadang menggunakan ancaman dan kekerasan.

b. Menurut Kimball Young,  interaksi sosial terdiri atas sebagai berikut:

1) Oposisi (persaingan dan pertentangan).

2) Kerja sama (menghasilkan akomodasi).

3) Diferensasi (adanya pembagian atau perbedaan kerja sama antara orang-orang atau kelompok dalam masyarakat.

 

C. Proses Pembelajaran

1. Pengertian Pembelajaran

Menurut Oemar Hamalik, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.[27]

Sedangkan menurut E. Mulyasa, pembelajaran merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan peserta didik sesuai dengan rencana yang telah diprogramkan.[28]

Berdasarkan uraian di atas, pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan terencana serta sistematis sehingga siswa dapat terlibat secara aktif fisik maupun mental untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

2. Komponen-Komponen Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu peristiwa yang sengaja diciptakan dan direncanakan secara sistematis, sehingga melibatkan berbagai komponen di dalamnya yang saling mempengaruhi.

Menurut Hamdani, komponen-komponen pembelajaran adalah:

a. Tujuan

Secara eksplisit diupayakan melalui kegiatan pembelajaran instructional effect, biasanya berupa pengetahuan dan keterampilan atau sikap yang dirumuskan secara eksplisit dalam tujuan pembelajaran.

b. Subjek belajar

Dalam sistem pembelajaran merupakan komponen utama karena berperan sebagai subjek sekaligus objek.

c. Materi pelajaran

Merupakan komponen utama dalam proses pembelajaran karena materi pelajaran akan memberi warna dan bentuk kegiatan pembelajaran.

d. Strategi pembelajaran

Merupakan pola umum mewujudkan proses pembelajaran yang diyakini efektivitasnya untuk mencapai tujuan pembelajaran.

e. Media pembelajaran

Media adalah alat atau wahana yang digunakan guru dalam proses pembelajaran untuk membantu penyampaian pesan pembelajaran. Media pembelajaran berfungsi meningkatkan peranan strategi pembelajaran.

 

f. Penunjang

Dalam sistem pembelajaran adalah fasilitas belajar, sumber belajar, alat pelajaran, bahan pelajaran, dan semacamnya. Penunjang berfungsi memperlancar dan mempermudah terjadinya proses pembelajaran.[29]

Pendapat di atas mengenai komponen-komponen pembelajaran masih belum sempurna, yaitu tidak memasukkan komponen yang sangat penting yaitu komponen guru, karena guru, siswa dan materi pembelajaran merupakan komponen utama dalam proses pembelajaran. Menurut Sumiati dan Asra:

“Jika ditelusuri secara mendalam, proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pembelajaran. Komponen-komponen itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu guru, isi atau materi pembelajaran, dan siswa”.[30]

 

Menurut M. Sobry Sutikno, komponen pembelajaran adalah sebagai berikut:

a. Tujuan Pembelajaran

  Tujuan pembelajaran pada dasaarnya adalah kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki siswa setelah memperoleh pengalaman belajar.

b. Materi Pelajaran

  Materi pelajaran merupakan unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Materi pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dikonsumsi oleh siswa.

c. Kegiatan Pembelajaran

  Dalam kegiatan pembelajaran, guru dan siswa terlibat dalam sebuah interaksi dengan materi pelajaran sebagai mediumnya. Dalam interaksi itu siswalah yang lebih aktif, bukan guru. Keaktifan siswa tentu mencakup kegiatan fisik dan mental, individual dan kelompok. Oleh karena itu interaksi dikatakan maksimal bila terjadi antara guru dengan semua siswa, antara siswa dengan guru, antara siswa dengan siswa, siswa dengan materi pelajaran dan media pembelajaran, bahkan siswa dengan dirinya sendiri namun tetap dalam kerangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

d. Metode

  Metode merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan pembelajaran, metode diperlukan oleh guru dengan penggunaan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

e. Media

  Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

f. Sumber Belajar

  Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana materi pelajaran terdapat.

g. Evaluasi

  Evaluasi adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.[31]

Keseluruhan komponen pembelajaran di atas saling mempengaruhi satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

 

D. Konsep Operasional

Konsep operasional adalah “konsep yang dibangun dari teori-teori yang digunakan untuk menjelaskan variabel-variabel yang akan diteliti”.[32] Konsep operasional tersebut selanjutnya dijadikan alat ukur dalam suatu penelitian. Konsep operasional dalam penelitian ini adalah peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran, dengan indikator-indikator sebagai berikut:

1. Indikator Untuk Peran Guru Kelas Sebagai Motivator

a. Guru menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.

b. Guru memberikan nilai berupa angka terhadap hasil kerja siswa.

c. Guru menggunakan media dalam pembelajaran.

d. Guru memberikan hadiah terhadap hasil kerja siswa.

e. Guru menciptakan persaingan dalam belajar.

f. Guru memberikan ulangan secara berkala agar siswa giat belajar.

g. Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

h. Guru memberikan hukuman kepada siswa yang melalaikan tugas.

i. Guru menyebutkan tujuan pembelajaran agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.

j. Guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

k. Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

l. Guru memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil kerja siswa.

m. Guru memberikan komentar pada setiap hasil kerja siswa.

2. Indikator Untuk Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

a. Imitasi (Meniru Gaya Seseorang)

  Melakukan imitasi secara positif.

1) Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

2) Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.

3) Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

b. Sugesti (Pengaruh dari Orang Lain)

  Melakukan sugesti secara rasional dalam mengikuti proses pembelajaran.

1) Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

2) Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.

3) Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.

c. Identifikasi (Meniru Semua Sifat Seseorang)

  Mengidentifikasikan dirinya sebagai siswa yang berprestasi.

1) Siswa berusaha belajar agar berprestasi.

2) Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

3) Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

d. Motivasi (Dorongan untuk Melakukan Tujuan)

  Memiliki motivasi dalam mengikuti pembelajaran.

1) Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

2) Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

3) Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

e. Simpati (Merasa Tertarik Kepada Seseorang)

  Simpati kepada temannya yang berprestasi.

1) Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

2) Siswa ingin seperti teman yang pintar.

3) Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dipilih peneliti adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif ini juga disebut penelitian pra eksperimen. Karena dalam penelitian ini mereka melakukan eksplorasi, menggambarkan, dengan tujuan untuk dapat menerangkan dan memprediksi terhadap suatu gejala yang berlaku atas dasar data yang diperoleh di lapangan.[1]

Kuantitatif adalah “penggunaan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga juga pemahaman akan kesimpulan penelitian akan lebih baik apabila juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar, atau tampilan lain. Selain data yang berupa angka, dalam penelitian kuantitatif juga ada data berupa informasi kualitatif.[2]

Penelitian deskriptif kuantitatif yang dimaksud peneliti dalam penelitian ini adalah menggambarkan hasil penelitian melalui perhitungan data secara kuantitatif.

 

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, yaitu sejak tanggal 17 Oktober 2019 sampai dengan tanggal 27 Januari 2020.

 

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Menurut M. Musfiqon, “subjek penelitian adalah sumber data yang dapat berupa orang, tempat, dokumen”.[3]

Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah “pokok soal yang hendak diteliti”.[4] Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah peran guru kelas dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

 

D. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

Menurut Sukardi buku metodologi penelitian pendidikan, populasi adalah elemen penelitian yang hidup dan tinggal bersama-sama dan secara teoritis menjadi target hasil penelitian”.[5]

Populasi dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kelas V dan 22 orang siswa kelas V.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah “sebagian dari populasi yang diambil secara representatif atau mewakili populasi yang bersangkutan atau bagian kecil yang diamati”.[6] Dalam penelitian ini sampel tidak digunakan karena populasinya sedikit.

Tidak semua penelitian menggunakan sampel sebagai sasaran penelitian pada penelitian tertentu dengan skala kecil, yang hanya memerlukan beberapa orang sebagai objek penelitian atau pun beberapa penelitian kuantitatif yang dilakukan terhadap objek atau populasi kecil, biasanya penggunaan sampel penelitian tidak diperlukan. Hal tersebut karena keseluruhan objek penelitian dapat dijangkau oleh peneliti. Dalam istilah penelitian kuantitatif, objek penelitian yang kecil ini disebut sebagai sampel total, yaitu keseluruhan populasi merangkap sebagai sampel penelitian.[7]

 

E. Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan langsung yang dilakukan ke lapangan atau lokasi penelitian untuk mendapatkan data secara lengkap”.[8] Dalam penelitian ini observasi dilakukan terhadap guru kelas V di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, untuk mengetahui peran guru kelas dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

2. Angket

Angket adalah adalah daftar pernyataan atau kuisioner”.[9] Dalam penelitian ini angket disebarkan kepada siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah “teknik yang dilakukan dengan memanfaatkan dokumen-dokumen tertulis, gambar, foto atau benda-benda lainnya yang berkaitan dengan aspek-aspek yang diteliti”.[10] Dalam penelitian ini dokumentasi  yang dicari adalah data guru, data siswa, untuk mengetahui profil Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

 

F. Teknik Analisa Data

Data dalam penelitian ini dianalisa dan dideskripsikan dengan pola fikir induktif deduktif. Selanjutnya data kualitatif akan diubah kedalam angka dengan cara mempersentasekannya sesuai dengan frekuensi yang didapat.

Analisa data hasil observasi dan angket menggunakan rumus persentase:

Keterangan :    

P = Angka Persentase

F = Frekuensi

N = Banyak Individu.[11]

Sedangkan standar kategori yang digunakan adalah :

81% – 100% kategori sangat baik

61% – 80%  kategori baik

41% – 60%  kategori cukup baik

21% – 40%  kategori tidak baik

 0% - 20%  kategori sangat tidak baik.[12]

 

 

BAB IV

PENYAJIAN DAN PEMBAHASAN

DATA HASIL PENELITIAN

 

A. Penyajian Data Hasil Dokumentasi

1. Profil Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang adalah salah satu Sekolah Dasar yang berada di wilayah kecamatan Gaung Anak serka, kabupaten indragiri hilir, provinsi riau. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1978 yang memiliki Izin Operasional tahun 1910. Pada awal berdirinya sekolah ini bernama Sekolah Dasar Negeri 021 Teluk Pinang yang ber alamat di jalan Artanum, Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang memiliki status pembangan oleh pemerintah pusat.

Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang itu sendiri berada dalam wilayah gugus II Mawar dibawah naungan UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Gaung Anak Serka. Nama gugus “Mawar” itu sendiri diambil dari nama Bunga yang memiliki Arti Kebahagiaan (diharapkan untuk semua peserta didik akan memiliki kebahagiaan di masa yang akan datang).

Pada saat ini SDN 010 Teluk Pinang berusaha menjadi lembaga pendidikan yang terdepan dalam memberi layanan prima kepada masyarakat di Kecamatan Gaung Anak Serka dan sekitarnya. Meskipun pada kenyataannya banyak sekali rintangan-rintangan untuk merealisasikan tujuan baik tesebut. namun berbekal semangan dan rasa ikhlas dalam membuktikan diri pada ibu pertiwi usaha itu tetap dilakukan secara terus menerus.

Secara rinci profil Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, adalah sebagai berikut:

a. Nama Sekolah              : SDN 010 Teluk Pinang

b. Status                : Negeri

c. NPSN                  : 10401813

d. Alamat                :

1) Jalan              : Jl. Gerilya Lrg.Binjai

2) Kelurahan/Desa     : Teluk Pinang

3) Kecamatan          : Gaung Anak Serka

4) Kabupaten/Kota     : Indragiri Hilir

5) Provinsi           : Riau

6) Kode Pos           : 29253

7) Telepon            : 081276941081

e. Daerah                : Kecamatan

f. Tahun Berdiri         : 1978

g. Akreditasi            : A

h. Kegiatan Belajar      : Pagi

i. Status Tanah              : Milik Pemerintah

j. Luas Tanah            : 2.184 M²

k. Luas Bangunan         : 1.158 M²

l. Bangunan Sekolah      : Milik Pemerintah

m. Penyelenggara         : Pemerintah

2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

Dalam melaksanakan proses pendidikan, Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, memiliki visi, misi dan tujuan sebagai berikut:

Visi:

“Meningkatkan sistem belajar mengajar berdasarkan iman dan taqwa (IMTAQ) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)”.

Misi:

“Menjadikan siswa agar menjadi cerdas, terampil, berakhlak melalui pendidikan umum, agama, olahraga, keseninan, dan pramuka”.

Tujuan:

“Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa”.

3. Keadaan Guru

Guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, pada saat ini berjumlah 11 orang. Secara rinci keadaan guru tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel IV.1

 

Keadaan Guru Sekolah Dasar Negeri 010

Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

Tahun Pelajaran 2019/2020

 

No

Nama

Jabatan

Pnddk

1

Arinawati, S.Pd.

Kepala Sekolah

S.1

2

Fahmi, S.Pd

Guru kelas VI

S.1

3

Muhammad Ridwan J, S.Pd.

Guru Kelas V

S.1

4

Syuib, S.Pd

Guru Kelas IV A

S.1

5

Alina, S.Pd

Guru Kelas IV B

S.1

6

Sefiawati, S.Pd

Guru Kelas III A

S.1

7

Raidah, S.Pd

Guru Kelas III B

S.1

8

Salmah, S.Pd

Guru Kelas II A

S.1

9

Aisyah, S.Pd

Guru Kelas II B

S.1

10

Jumaiyati, S.Pd

Guru Kelas I

S.1

11

Bambang Ardiansyah

Tata Usaha

S.1

Sumber Data: Dokumentasi Data Guru Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka Tahun Pelajaran 2019/2020.

4. Keadaan Siswa

Siswa yang belajar di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, pada saat ini berjumlah 197 orang. Secara rinci keadaan siswa tersebut digambarkan dalam tabel di bawah ini:

Tabel IV.2

Keadaan Siswa Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

Tahun Pelajaran 2019/2020

 

 

No

 

Kelas

Jumlah Siswa

 

Jumlah

Laki-Laki

Perempuan

1

I

13

15

28

2

II.A

12

10

22

3

II.B

9

12

21

4

III.A

10

12

22

5

III.B

8

10

18

6

IV.A

11

11

22

7

IV.B

7

12

19

8

V

10

12

22

9

VI

9

14

23

Jumlah

89

108

197

Sumber Data: Dokumentasi Data Siswa Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka Tahun Pelajaran 2019/2020.

 

5. Kurikulum

Kurikulum adalah “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan tertentu”.[1]

Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Kurikulum yang diterapkan di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir Tahun Pelajaran 2019/2020 adalah K-13 (Kurikulum Tahun 2013).

6. Sarana Prasarana

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada bab VII Pasal 42 disebutkan bahwa:

Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kepala pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, tempat berolah raga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

Sedangkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka pada saat ini adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Tabel IV.3

Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

Tahun Pelajaran 2019/2020

 

No

Jenis Sarana Prasarana

Jumlah

Ket

1

Ruang Kepala Sekolah

1 buah

 

2

Ruang Majelis Guru

1 buah

 

3

Meja/Kursi Kepala Sekolah

1 set

 

4

Meja/Kursi Guru

16 buah

 

5

Meja/Kursi Siswa

166/2 Murid

 

6

Papan Tulis

6 buah

 

7

Kursi Tamu

1 set

 

8

Komputer/Laptop

2/3 buah

 

9

Sound System

1 buah

 

10

Bendera Merah Putih

2 buah

 

11

Gambar Presiden/Wakil

2 pasang

 

12

Peta Dinding Indonesia

1 buah

 

13

Peta Dinding Riau

1 buah

 

14

Globe

1 buah

 

15

WC Guru

1 buah

 

16

WC Siswa

1 buah

 

Sumber Data : Dokumentasi Data Sarana Prasarana Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka Tahun Pelajaran 2019/2020.

 

B. Penyajian Data Hasil Penelitian

1. Penyajian Data Hasil Observasi

Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi. Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka.

Observasi dilakukan kepada guru kelas V, yaitu bapak Muhammad Ridwan J, S.Pd. Data hasil observasi tersebut disajikan secara berurutan dalam tabel di bawah ini.

Tabel IV.4

Hasil Observasi Peran Guru Kelas Sebagai Motivator Pada Proses Pembelajaran

 

Nama          : Muhammad Ridwan J, S.Pd

Jabatan       : Guru Kelas V

Kelas/Tema    : V/Sehat Itu Penting

Hari/Tanggal  : Senin, 21 Oktober 2019

Observasi ke  : 1

 

 

No

 

Aspek yang Diobservasi

Hasil Observasi

Ya

Tidak

1

Guru menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.


P

2

Guru memberikan nilai berupa angka terhadap hasil kerja siswa.

P

 

3

Guru menggunakan media dalam pembelajaran.

 

P

4

Guru memberikan hadiah terhadap hasil kerja siswa.


P

5

Guru menciptakan persaingan dalam belajar.

P


6

Guru memberikan ulangan secara berkala agar siswa giat belajar.


P

7

Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

P

 

8

Guru memberikan hukuman kepada siswa yang melalaikan tugas.

 

P

9

Guru menyebutkan tujuan pembelajaran agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.

P

 

10

Guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

P

 

11

Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

P

 

12

Guru memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil kerja siswa.

P

 

13

Guru memberikan komentar pada setiap hasil kerja siswa.

 

P

Jumlah

7

6

Persentase

53,85%

46,15%

 

Hasil observasi yang ditunjukkan tabel adalah 7 kali ya (53,85%), dan 6 kali tidak (46,15%).

Tabel IV.5

Hasil Observasi Peran Guru Kelas Sebagai Motivator Pada Proses Pembelajaran

 

Nama          : Muhammad Ridwan J, S.Pd

Jabatan       : Guru Kelas V

Kelas/Tema    : V/Sehat Itu Penting

Hari/Tanggal  : Senin, 28 Oktober 2019

Observasi ke  : 2

 

 

No

 

Aspek yang Diobservasi

Hasil Observasi

Ya

Tidak

1

Guru menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.

P

 

2

Guru memberikan nilai berupa angka terhadap hasil kerja siswa.

P

 

3

Guru menggunakan media dalam pembelajaran.

 

P

4

Guru memberikan hadiah terhadap hasil kerja siswa.


P

5

Guru menciptakan persaingan dalam belajar.

P


6

Guru memberikan ulangan secara berkala agar siswa giat belajar.

P

 

7

Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

P

 

8

Guru memberikan hukuman kepada siswa yang melalaikan tugas.

 

P

9

Guru menyebutkan tujuan pembelajaran agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.

P

 

10

Guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

P

 

11

Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

P

 

12

Guru memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil kerja siswa.

P

 

13

Guru memberikan komentar pada setiap hasil kerja siswa.

P


Jumlah

10

3

Persentase

76,92%

23,08%

 

Hasil observasi yang ditunjukkan tabel adalah 10 kali ya (76,92%), dan 3 kali tidak (23,08%).

Tabel IV.6

Hasil Observasi Peran Guru Kelas Sebagai Motivator Pada Proses Pembelajaran

 

Nama          : Muhammad Ridwan J, S.Pd

Jabatan       : Guru Kelas V

Kelas/Tema    : V/Sehat Itu Penting

Hari/Tanggal  : Senin, 4 November 2019

Observasi ke  : 3

 

 

No

 

Aspek yang Diobservasi

Hasil Observasi

Ya

Tidak

1

Guru menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.

P

 

2

Guru memberikan nilai berupa angka terhadap hasil kerja siswa.

P

 

3

Guru menggunakan media dalam pembelajaran.

P


4

Guru memberikan hadiah terhadap hasil kerja siswa.


P

5

Guru menciptakan persaingan dalam belajar.

P


6

Guru memberikan ulangan secara berkala agar siswa giat belajar.

P

 

7

Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

P

 

8

Guru memberikan hukuman kepada siswa yang melalaikan tugas.

P


9

Guru menyebutkan tujuan pembelajaran agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.

P

 

10

Guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

P

 

11

Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

P

 

12

Guru memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil kerja siswa.

P

 

13

Guru memberikan komentar pada setiap hasil kerja siswa.

P


Jumlah

12

1

Persentase

92,31%

7,69%

 

Hasil observasi yang ditunjukkan tabel adalah 12 kali ya (92,31%), dan 1 kali tidak (7,69%).

2. Penyajian Data Hasil Angket

Dalam penelitian ini data dikumpulkan dengan menggunakan teknik angket. Angket disebarkan kepada 22 orang siswa kelas V untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka. Angket disebarkan dengan menggunakan penskoran sebagai berikut:

- Alternatif Jawaban Selalu diberi skor 5

- Alternatif Jawaban Sering diberi skor 4

- Alternatif Jawaban Kadang-Kadang diberi skor 3

- Alternatif Jawaban Jarang diberi skor 2

- Alternatif Jawaban Tidak Pernah diberi skor 1[2]

Data hasil angket tersebut disajikan secara berurutan dalam tabel di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

Tabel IV.7

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Andre

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.


P


 

 

4

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P

 

 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P


 

 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


 

P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.

P


 

 


5

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

 

P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

 

P

 


3

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

P


 

 


5

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

10

28

18

0

0

56

Persentase

13,33%

37,33%

24%

0%

0%

74,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 28 (37,33%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 56 (74,67%).

 

 

Tabel IV.8

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Muhammad Irzi Alghifari

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.


P


 

 

4

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.



P

 

 

3

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 



P

 

2

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.




P

 

2

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

P


 

 


5

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 

P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

5

24

18

4

0

51

Persentase

6,67%

32%

24%

5,33%

0%

68%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 4 (5,33%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 51 (68%).

 

 

Tabel IV.9

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Tiyara

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

P



 

 

5

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

P



 

 

5

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

P




 

5

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P



 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.



P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

P



 


5

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.



P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 

P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

P



 


5

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

25

24

12

0

0

61

Persentase

33,33%

32%

12%

0%

0%

81,33%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 25 (33,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif 12 (16%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 61 (81,33%).

 

 

 

Tabel IV.10

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Muhammad Sahrul Ramadan

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.


P


 

 

4

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.



P

 

 

3

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

P




 

5

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P



 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.



P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.



P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 

P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

5

24

24

0

0

53

Persentase

6,67%

32%

32%

0%

0%

70,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 24 (32%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 53 (70,67%).

 

 

Tabel IV.11

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Haida Putri Ramadan

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.


P


 

 

4

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P


 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.

P




 

5

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

P



 


5

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.


P

 

 


4

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 

P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

10

28

18

0

0

56

Persentase

13,33%

37,33%

24%

0%

0%

74,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 28 (37,33%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 56 (74,67%).

 

 

Tabel IV.12

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Ahmad Syahran

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.


P


 

 

4

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

P



 

 

5

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P



 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P



 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.



P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.




P


2

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 



P


2

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 


P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.



P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 

P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

5

32

12

4

0

53

Persentase

6,67%

42,67%

16%

5,33%

0%

70,63%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 32 (42,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 12 (16%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 4 (5,33%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 53 (70,63%).

 

 

Tabel IV.13

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Firdaus

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

P



 

 

5

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P



 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P


 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.



P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.


P


 


4

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 


P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 


P

 


3

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.



P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

P


 

 


5

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 

P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

10

20

24

0

0

54

Persentase

13,33%

26,67%

32%

0%

0%

72%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 20 (26,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 24 (32%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 54 (72%).

 

 

Tabel IV.14

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Nursyifa Fitri

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.



P

 

 

3

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P



 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P


 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.

P



 


5

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

P



 


5

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.



P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 


P

 


3

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

10

24

21

0

0

55

Persentase

13,33%

32%

28%

0%

0%

73,33%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 21 (28%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 55 (73,33%).

 

 

Tabel IV.15

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Sumiyati

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.



P

 

 

3

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P


 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P


 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.



P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.


P


 


4

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 



P


2

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 


P

 


3

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.



P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

 


P

 


3

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

0

16

30

2

0

48

Persentase

0%

21,33%

40%

2,67%

0%

64%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 0 (0%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 16 (21,33%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 30 (40%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 2 (2,67%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 48 (64%).

 

 

Tabel IV.16

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Nurfadilah

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.



P

 

 

3

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P


 

 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P


 

 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.

P

 


 

 

5

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.


P

 

 


4

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

 

P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

5

24

24

0

0

53

Persentase

6,67%

32%

32%

0%

0%

70,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 24 (32%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 53 (70,67%).

 

 

Tabel IV.17

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Muhammad Rizki Mahendra

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

P



 

 

5

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P

 

 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P


 

 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

P

 


 


5

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 

P


 


4

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.



P

 


3

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

10

24

21

0

0

55

Persentase

13,33%

32%

28%

0%

0%

73,33%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 21 (28%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 55 (73,33%).

 

 

Tabel IV.18

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Fazila Tunisi

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P


 

 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P


 

 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


 

P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

P

 




5

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 

P


 


4

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.



P

 


3

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

5

24

24

0

0

53

Persentase

6,67%

32%

32%

0%

0%

70,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 24 (32%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 53 (70,67%).

 

 

Tabel IV.19

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Siti Fadila

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P

 

 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P

 

 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


 

P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.


P

 

 


4

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

P



 


5

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

 

P

 


3

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

5

32

18

0

0

55

Persentase

6,67%

42,67%

24%

0%

0%

73,33%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 32 (42,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 55 (73,33%).

 

 

Tabel IV.20

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Maisyaroh

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

P



 

 

5

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.

P



 

 

5

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P


 

 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P

 

 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


 

P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

P

 


 


5

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

P



 


5

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.



P

 


3

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

20

20

18

0

0

58

Persentase

26,67%

26,67%

24%

0%

0%

77,33%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 20 (20,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 20 (20,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 58 (77,33%).

 

 

Tabel IV.21

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Nur Aisya Zahara

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

5

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P


 

 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P

 

 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


 


P

 

2

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

5

28

18

2

0

53

Persentase

6,67%

37,33%

24%

2,67%

0%

70,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 28 (37,33%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 2 (2,67%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 53 (70,67%).

 

 

Tabel IV.22

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Elsa Evi Yani

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

P



 

 

5

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

P



 

 

5

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P


 

 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

 

P

 


3

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.



P

 


3

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

10

20

24

0

0

54

Persentase

13,33%

26,67%

32%

0%

0%

72%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 20 (26,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 24 (32%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 54 (72%).

 

 

Tabel IV.23

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Ahmad Sandi

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

P



 

 

5

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P

 

 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P

 

 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.

P


 

 


5

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

 

P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

 

P

 


3

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

10

24

21

0

0

55

Persentase

13,33%

32%

28%

0%

0%

73,33%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 24 (32%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 21 (28%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 55 (73,33%).

 

 

Tabel IV.24

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Dimas Wahyu Nugraha

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.



P

 

 

3

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P


 

 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P

 

 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


 

P

 

 

3

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.


P

 

 


4

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

P



 


5

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

 

P

 


3

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 

P

 

 


4

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

5

32

18

0

0

55

Persentase

6,67%

42,67%

24%

0%

0%

73,33%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 32 (42,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 55 (73,33%).

 

 

Tabel IV.25

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Muhammad Rizki Yahnurahman

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.



P

 

 

3

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 

P


 

 

4

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P


 

 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



 

P


2

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

 

P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

P


 


4

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 

P


 


4

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

P


 

 


5

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

5

28

18

2

0

53

Persentase

6,67%

37,33%

24%

2,67%

0%

70,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 28 (37,33%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 2 (2,67%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 55 (70,67%).

 

 

Tabel IV.26

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Akmalia Putri

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.


P


 

 

4

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P

 

 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P

 

 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.

P


 

 


5

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

 

P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

 

 


P


2

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 


P

 


3

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

5

28

18

2

0

53

Persentase

6,67%

37,33%

24%

2,67%

0%

70,67%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 5 (6,67%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 28 (37,33%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 18 (24%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 2 (2,67%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 53 (70,67%).

 

 

Tabel IV.27

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Ardian Azmi

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.



P

 

 

3

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 

P


 

 

4

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P

 

 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.



P

 

 

3

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.

P

 


 

 

5

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.


P

 

 


4

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 

P


 


4

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

 

P



3

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

P

 


 


5

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 

P


 


4

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.


P

 

 


4

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 

P


 


4

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

P


 


4

Jumlah

10

32

15

0

0

57

Persentase

13,33%

42,67%

20%

0%

0%

76%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 32 (42,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 15 (20%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 57 (76%).

 

 

Tabel IV.28

Hasil Angket Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran

 

Nama Siswa     : Anggun Sri Hartati

Kelas         : V

Hari/Tanggal  : Sabtu, 2 November 2019

 

 

No

Pernyataan Pada Angket

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

1

Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

P



 

 

5

2

Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.


P


 

 

4

3

Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

 


P

 

 

3

4

Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

 


P

 

 

3

5

Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.


P


 

 

4

6

Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.


P


 

 

4

7

Siswa berusaha belajar agar berprestasi.



P

 


3

8

Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

 


P

 


3

9

Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

 

P




4

10

Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

P

 


 


5

11

Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

 

P


 


4

12

Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

 


P

 


3

13

Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.



P

 


3

14

Siswa ingin seperti teman yang pintar.

 


P

 


3

15

Siswa memilih teman yang berprestasi.

 


P

 


3

Jumlah

10

20

24

0

0

54

Persentase

13,33%

26,67%

32%

0%

0%

72%

 

Hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 10 (13,33%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 20 (26,67%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 24 (32%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 0 (0%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 54 (72%).

 

 

C. Pembahasan Data Hasil Penelitian

1. Pembahasan Data Hasil Observasi

Data kuantitatif dalam bentuk angka-angka yang telah didapat selama penelitian dengan menggunakan pilihan jawaban “ya” dan “tidak” ditabulasi dengan menggunakan tabel rekapitulasi.[3]Pembahasan terhadap data hasil observasi dilakukan dengan cara membuat tabel rekapitulasi sebagai berikut:

Tabel IV.29

Rekapitulasi Hasil Observasi

Peran Guru Kelas Sebagai Motivator dalam Meningkatkan Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

 

 

No

 

Aspek Yang Diobservasi

Hasil Observasi

 

Jumlah

Ya

Tidak

F

P

F

P

F

P

1

Guru menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.

 

2

 

66,67%

 

1

 

33,33%

 

3

 

100%

2

Guru memberikan nilai berupa angka terhadap hasil kerja siswa.

 

3

 

100%

 

0

 

0%

 

3

 

100%

3

Guru menggunakan media dalam pembelajaran.

 

1

 

33,33%

 

2

 

66,67%

 

3

 

100%

4

Guru memberikan hadiah terhadap hasil kerja siswa.

 

0

 

0%

 

3

 

100%

 

3

 

100%

5

Guru menciptakan persaingan dalam belajar.

 

3

 

100%

 

0

 

0%

 

3

 

100%

6

Guru memberikan ulangan secara berkala agar siswa giat belajar.

 

2

 

66,67%

 

1

 

33,33%

 

3

 

100%

7

Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

 

3

 

100%

 

0

 

0%

 

3

 

100%

8

Guru memberikan hukuman kepada siswa yang melalaikan tugas.

 

1

 

33,33%

 

2

 

66,67%

 

3

 

100%

9

Guru menyebutkan tujuan pembelajaran agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.

 

3

 

100%

 

0

 

0%

 

3

 

100%

10

Guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

 

3

 

100%

 

0

 

0%

 

3

 

100%

11

Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

 

3

 

100%

 

0

 

0%

 

3

 

100%

12

Guru memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil kerja siswa.

 

3

 

100%

 

0

 

0%

 

3

 

100%

13

Guru memberikan komentar pada setiap hasil kerja siswa.

 

2

 

66,67%

 

1

 

33,33%

 

3

 

100%

Jumlah

29

74,36%

10

25,64%

39

100%

 

Hasil observasi secara keseluruhan yang ditunjukkan tabel didapat 29 kali ya (74,36%) dan 10 kali tidak (25,64%), dengan jumlah total 39 (100%). Selanjutnya hasil observasi ya diberi skor 1 dan hasil observasi tidak diberi skor 0.[4] Maka didapat hasil:

ya        = 29 x 1 = 29

Tidak     = 10 x 0 =  0

Jumlah Total      = 29

Maka, F = 29, dan

N = Jumlah Populasi x Jumlah Aspek Yang Diobservasi x Jumlah Observasi x Skor Tertinggi

  = 1 x 13 x 3 x 1

  = 39

Peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, digunakan rumus:

Peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, mencapai angka 74,36% dan dikategorikan baik, karena angka 74,36% terletak pada interval 61% - 80%.

 

2. Pembahasan Data Hasil Angket

Pembahasan terhadap data hasil angket untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, dilakukan dengan membuat rekapitulasi sebagai berikut:


Tabel IV.30

 

 Rekapitulasi Hasil Angket

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial Pada Proses Pembelajaran di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

 

 

No

 

Tabel

Alternatif Jawaban

 

Jumlah

5

4

3

2

1

F

P

F

P

F

P

F

P

F

P

F

P

1

IV.5

10

13,33

28

37,33%

18

24%

0

0%

0

0%

56

74,67%

2

IV.6

5

6,67%

24

32%

18

24%

4

5,33%

0

0%

51

68%

3

IV.7

25

33,33%

24

32%

12

16%

0

0%

0

0%

61

81,33%

4

IV.8

5

6,67%

24

32%

24

32%

0

0%

0

0%

53

70,67%

5

IV.9

10

13,33

28

37,33%

18

24%

0

0%

0

0%

56

74,67%

6

IV.10

5

6,67%

32

42,67%

12

16%

4

5,33%

0

0%

53

70,67%

7

IV.11

10

13,33

20

26,67

24

32%

0

0%

0

0%

54

72%

8

IV.12

10

13,33

24

32%

21

28%

0

0%

0

0%

55

73,33%

9

IV.13

0

0%

16

21,33%

30

40%

0

0%

0

0%

46

61,33%

10

IV.14

5

6,67%

24

32%

24

32%

0

0%

0

0%

53

70,67%

11

IV.15

10

13,33

24

32%

21

28%

0

0%

0

0%

55

73,33%

12

IV.16

5

6,67%

24

32%

24

32%

0

0%

0

0%

53

70,67%

13

IV.17

5

6,67%

32

42,67%

18

24%

0

0%

0

0%

55

73,33%

14

IV.18

20

26,67

20

26,67

18

24%

0

0%

0

0%

58

77,33%

15

IV.19

5

6,67%

28

37,33%

18

24%

2

2,67%

0

0%

53

70,67%

16

IV.20

10

13,33

20

26,67

24

32%

0

0%

0

0%

54

72%

17

IV.21

10

13,33

24

32%

21

28%

0

0%

0

0%

55

73,33%

18

IV.22

5

6,67%

32

42,67%

18

24%

0

0%

0

0%

55

73,33%

19

IV.23

5

6,67%

28

37,33%

18

24%

2

2,67%

0

0%

53

70,67%

20

IV.24

5

6,67%

28

37,33%

18

24%

2

2,67%

0

0%

53

70,67%

21

IV.25

10

13,33

32

42,67%

15

20%

0

0%

0

0%

57

76%

22

IV.26

10

13,33

20

26,67

24

32%

0

0%

0

0%

54

72%

Jumlah

185

11,21%

556

33,69%

438

26,54%

14

0,85%

0

0%

1193

72,30%

 

Rekapitulasi hasil angket yang ditunjukkan tabel pada alternatif jawaban selalu dengan skor 5 adalah 185 (11,21%), alternatif jawaban sering dengan skor 4 adalah 556 (33,69%), alternatif jawaban kadang-kadang dengan skor 3 adalah 438 (26,54%), alternatif jawaban jarang dengan skor 2 adalah 14 (0,85%) dan alternatif jawaban tidak pernah dengan skor 1 adalah 0 (0%), dengan jumlah total 1193 (72,30%).

Maka, F = 1193, dan

N = Jumlah Populasi x Jumlah Pernyataan Pada Angket x Skor Tertinggi

  = 22 x 15 x 5

  = 1650


Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, digunakan rumus:

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, mencapai angka 72,30% dan dikategorikan baik, karena angka 72,30% terletak pada interval 61% - 80%.

 

D. Analisa Data Hasil Penelitian

Berdasarkan data hasil observasi secara keseluruhan dapat dianalisa bahwa peran guru kelas sebagai motivator dalam meningkatkan interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, mencapai angka 74,36% dan dikategorikan baik, karena angka 74,36% terletak pada interval 61% - 80%.

Hal tersebut terjadi karena:

1.    Guru telah berusaha untuk menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.

2.    Guru memberikan nilai berupa angka terhadap hasil kerja siswa.

3.    Guru menggunakan media dalam pembelajaran, walaupun media yang digunakan sederhana.

4.    Guru memberikan hadiah terhadap hasil kerja siswa yang dianggap istimewa

5.    Guru menciptakan persaingan dalam belajar, agar siswa berkompetisi.

6.    Guru memberikan ulangan secara berkala agar siswa giat belajar.

7.    Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

8.    Guru memberikan hukuman yang mendidik kepada siswa yang melalaikan tugas.

9.    Guru menyebutkan tujuan pembelajaran agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.

10.  Guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

11.  Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

12.  Guru memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil kerja siswa.

13.  Guru memberikan komentar pada setiap hasil kerja siswa.

Analisa terhadap data hasil angket adalah faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial pada proses pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka, mencapai angka 72,30% dan dikategorikan baik, karena angka 72,30% terletak pada interval 61% - 80%.

Hal ini disebabkan oleh:

1.    Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

2.    Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.

3.    Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

4.    Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

5.    Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.

6.    Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.

7.    Siswa berusaha belajar agar berprestasi.

8.    Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

9.    Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

10.  Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

11.  Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

12.  Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

13.  Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

14.  Siswa ingin seperti teman yang pintar.

15.  Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal ini terjadi karena:

1. Guru menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan.

2. Guru memberikan nilai berupa angka terhadap hasil kerja siswa.

3. Guru menggunakan media dalam pembelajaran.

4. Guru memberikan hadiah terhadap hasil kerja siswa.

5. Guru menciptakan persaingan dalam belajar.

6. Guru memberikan ulangan secara berkala agar siswa giat belajar.

7. Guru memberikan pujian kepada siswa yang tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

8. Guru memberikan hukuman kepada siswa yang melalaikan tugas.

9. Guru menyebutkan tujuan pembelajaran agar siswa memahami tujuan yang ingin dicapai.

10. Guru menggunakan model pembelajaran yang bervariasi.

11. Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

12. Guru memberikan penilaian yang objektif terhadap hasil kerja siswa.

13. Guru memberikan komentar pada setiap hasil kerja siswa.

 

Hal ini terjadi karena:

1. Siswa meniru gaya guru dalam mencari jawaban.

2. Siswa meniru gaya guru karena ingin menjadi guru.

3. Siswa suka mengikuti gaya orang yang lebih tua.

4. Siswa ingin mendapatkan nilai yang tinggi di setiap belajar agar mendapatkan hadiah.

5. Siswa lebih giat belajar karena ingin mendapat juara.

6. Siswa ingin menjawab pertanyaan dari guru secepat mungkin diantara teman-teman.

7. Siswa berusaha belajar agar berprestasi.

8. Siswa ingin seperti teman yang berprestasi.

9. Siswa berjuang demi mempertahankan prestasi.

10. Siswa bersaing untuk meningkatkan proses pembelajaran.

11. Siswa belajar lebih giat untuk membahagiakan orang tua.

12. Siswa mengerjakan tugas dengan tepat waktu.

13. Siswa berusaha mendapatkan nilai yang baik seperti teman.

14. Siswa ingin seperti teman yang pintar.

15. Siswa memilih teman yang berprestasi.

 

 

Analisa data hasil wawancara tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prosedur penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka, adalah sebagai berikut:

1. Adanya motivasi, minat, dan semangat guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, sehingga hasil penilaian kinerja guru sertifikasi menjadi baik.

2. Kepala sekolah telah berupaya untuk melakukan penilaian secara objektif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Penyajian Data Hasil Wawancara

Data hasil wawancara dalam penelitian ini disajikan secara sistematis di bawah ini.

a. Tanya:

  Bagaimana hasil penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka?

  Jawaban Bapak Mashal:

  “Menurut saya, hasil penilaian kinerja guru yang diberikan kepala sekolah sudah sesuai dengan faktanya”.[5]

  Jawaban Ibu Rosmita:

  “Menurut saya, masih ada unsur subyektif yang positif dalam penilaian kinerja yang diberikan kepala sekolah. Karena kepala sekolah masih banyak pertimbangan untuk para guru”.[6]

b.Tanya:

  Bagaimana pengaruh faktor jasmani dalam penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka?

  Jawaban Bapak Mashal:

  “Menurut saya, faktor jasmani tidak memberi pengaruh yang signifikan, karena guru di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda ini kondisinya sehat-sehat semua”.[7]

  Jawaban Ibu Rosmita:

  “Menurut saya, karena kepala sekolah dan guru di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda ini sehat dan fit kondisinya. Jadi dapat memberikan penilaian secara objektif”.[8]

c.Tanya:

  Bagaimana pengaruh faktor psikologi (intelegensi, minat, bakat, dan motivasi) dalam penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka?

  Jawaban Bapak Mashal:

  “Menurut saya, secara intelegensi, minat, bakat, dan motivasi terjadi fluktuasi atau perubahan pada individu guru, tergantung pada faktor-faktor di sekelilingnya. Tetapi secara umum tetap baik”.[9]

  Jawaban Ibu Rosmita:

  “Menurut saya, secara psikologi guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah ini sehat dan layak untuk mendapatkan penilaian kinerja yang baik. Karena semua guru sudah bekerja keras untuk menjalankan tugasnya dengan baik”.[10]

d.Tanya:

  Bagaimana pengaruh faktor fasilitas dalam penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka?

  Jawaban Bapak Mashal:

  “Menurut saya, fasilitas yang tersedia di Madrasah Ibtidaiyah ini memang masih kurang. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi kepala sekolah untuk melakukan prosedur penilaian kinerja”.[11]

  Jawaban Ibu Rosmita:

  “Menurut saya, fasilitas tidak memberi pengaruh pada proses penilaian kinerja”.[12]

e.Tanya:

  Bagaimana pengaruh faktor bimbingan orang tua dalam penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka?

  Jawaban Bapak Mashal:

  “Menurut saya,  bimbingan orang tua tidak memberikan pengaruh secara langsung terhadap proses penilaian kinerja guru. Tetapi dengan adanya bimbingan orang tua di rumah, siswa menjadi lebih baik kemampuan belajarnya, dan kinerja guru dapat dinilai meningkat”.[13]

  Jawaban Ibu Rosmita:

  “Menurut saya, bimbingan orang tua tidak memberi pengaruh dalam proses penilaian kinerja guru sertifikasi”.[14]

f.Tanya:

  Bagaimana pengaruh faktor guru dalam penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka?

  Jawaban Bapak Mashal:

  “Menurut saya, guru menjadi objek dalam penilaian kinerja guru, oleh karena itu guru menjadi faktor penentu”.[15]

  Jawaban Ibu Rosmita:

  “Menurut saya,  karena guru yang dinilai kinerjanya, maka dalam hal ini guru sangat menentukan. Dengan kinerja yang baik tentu hasil penilaiannya akan baik pula”.[16]

g.Tanya:

  Bagaimana pengaruh faktor metode yang digunakan dalam penilaian kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak Serka?

  Jawaban Bapak Mashal:

  “Menurut saya, faktor metode dapat berpengaruh langsung terhadap hasil belajar siswa, tetapi juga dapat meningkatkan kinerja guru”.[17]

  Jawaban Ibu Rosmita:

  “Menurut saya, semakin bervariasi metode yang digunakan guru, maka semakin baik kinerja yang ditunjukkan guru”.[18]

 

 



[1]Tim Pustaka Yustisia, Panduan Lengkap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Pustaka Yustisia, 2008), hlm. 145.

[2]Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm. 147.

[3]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:  Rineka Cipta, 2006), hlm. 242.

[4]Riduwan, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan, dan Peneliti Pemula, (Bandung: Alfabeta, 2004), hlm. 91.

[5]Wawancara Peneliti dengan Bapak Mashal, Sabtu, 23 Maret 2019.

[6]Wawancara Peneliti dengan Ibu Rosmita, Sabtu, 23 Maret 2019.

[7]Wawancara Peneliti dengan Bapak Mashal, Sabtu, 23 Maret 2019.

[8]Wawancara Peneliti dengan Ibu Rosmita, Sabtu, 23 Maret 2019.

[9]Wawancara Peneliti dengan Bapak Mashal, Sabtu, 23 Maret 2019.

[10]Wawancara Peneliti dengan Ibu Rosmita, Sabtu, 23 Maret 2019.

[11]Wawancara Peneliti dengan Bapak Mashal, Sabtu, 23 Maret 2019.

[12]Wawancara Peneliti dengan Ibu Rosmita, Sabtu, 23 Maret 2019.

[13]Wawancara Peneliti dengan Bapak Mashal, Sabtu, 23 Maret 2019.

[14]Wawancara Peneliti dengan Ibu Rosmita, Sabtu, 23 Maret 2019.

[15]Wawancara Peneliti dengan Bapak Mashal, Sabtu, 23 Maret 2019.

[16]Wawancara Peneliti dengan Ibu Rosmita, Sabtu, 23 Maret 2019.

[17]Wawancara Peneliti dengan Bapak Mashal, Sabtu, 23 Maret 2019.

[18]Wawancara Peneliti dengan Ibu Rosmita, Sabtu, 23 Maret 2019.

 



[1]Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta:  Bumi Aksara, 2005), hlm. 14.

[2]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:  Rineka Cipta, 2006), hlm. 12.

[3]M. Musfiqon, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2012), hlm. 97.

[4]Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Prenada Media Group, 2010), hlm. 41.

[5]Sukardi, Op. Cit., hlm. 53.

[6]Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010), hlm. 69.

[7]Burhan Bungin, Op. Cit., hlm. 101.

[8]Cholid Narbuko dan Abu Ahmad, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), hlm. 70.

[9]Danang Kahmad, Metodologi Penelitian Agama, (Bandung: Pustaka Setia, 2000), hlm. 94.

[10]Widodo, Cerdik Menyusun Proposal Penelitian, (Jakarta: Magna Script Publishing, 2012), hlm. 61.

[11]Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 43.

[12]Riduwan, Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2002), hlm. 2.

 

 



[1]Desy Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Terbaru, (Surabaya: Amelia, 2003), hlm. 320.

[2]Daryanto, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap, (Surabaya: Apollo Lestari, 2007), hlm. 487.

[3]Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 4.

[4]Ibid.,

[5]Sardiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hlm. 125.

[6]Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendidikan Teoritis Psikokologis, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hlm. 31.

[7]Tim Penyusun, Himpunan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, hlm. 10.

[8]Zakiah Daradjat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm. 39.

[9]Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2003, Tentang Peran Guru

[10] Buchari Alma, dkk, Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar, (Bandung: Alfabeta, 2012), hlm. 140

[11]Oemar Hamalik, Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum, (Bandung: Pustaka Martiana, 2010), hlm. 86.

[12]Donni Juni Priansa, Kinerja dan Profesionalisme Guru, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 97.

[13]Ibid., hlm. 98.

[14]Kompri, Motivasi Pembelajaran Perspektif Guru dan Siswa, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm. 243-244.

[15]Buchari Alma, dkk, Op.Cit., hlm.141.

[16]Kusnadi, Profesi dan Etika Keguruan, (Pekanbaru: Yayasan Pusaka Riau, 2011), hlm. 20-22.

[17]Janu Murdiyatmoko, Sosiologi Memahami dan Mengkaji Masyarakat, (Bandung: Grafindo Media Pratama, 2007), hlm. 69.

[18]Murdiyatmoko, Loc. Cit.

[19]Ibid2, hlm. 70.

[20]Agung S.S Raharjo, Buku Kantong Sosiologi (jakarta: Purtaka Widyatama), hlm. 17.

[21]Muryatmoko, Op. Cit., hlm. 71.

[22]Raharjo, Op.Cit., hlm. 18.

[23]Muryatmoko, Op. Cit., hlm. 72.

[24]Raharjo, Op. Cit., hlm. 18-19.

[25]Sorjono Soekanto, Op. Cit., hlm. 58-59.

[26]Murdiyatmoko, Op. Cit., hlm. 73.

[27]Oemar Hamalik, OP. Cit., hlm. 57.

[28]E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 117.

[29]Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 48.

[30]Sumiati dan Asra, Metode Pembelajaran, (Bandung: Wacana Prima, 2008), hlm. 3.

[31]M. Sobry Sutikno, OP. Cit., hlm. 35-40.

[32]Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Prenada Media Group, 2010), hlm. 57.

 

 

 



[1]Sofan Amri, Pengembangan & Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013, (Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2013), hlm. 1.

[2]Hamid Darmadi, Pengantar Pendidikan Era Glonalisasi, (An1mage, 2019), hlm. 62-63.

[3]Kompri, Motivasi Pembelajaran Perspektif Guru dan Siswa, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2015), hlm. 241.

[4]Ibid., hlm. 242.

[5]Daryanto, Belajar dan Mengajar, (Bandung: Yrama Widya, 2010), hlm. 180.

[6]Akhmad Syarief, Etika Profesi Pendidikian: Suatu Pengantar, (Yogyakarta: LasBang Pressindo, 2014), hlm. 68.

[7]Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015), hlm. 55.

[8]Desy Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Terbaru, (Surabaya: Amelia, 2003), hlm. 331.

[9]Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), hlm. 57.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR TABEL

 

 

Tabel IV.1  Keadaan Guru di Sekolah Dasar

            Negeri 010 Teluk Pinang

            Kecamatan Gaung Anak Serka

            Tahun Pelajaran 2019/2020 .........    52

 

Tabel IV.2  Keadaan Siswa di Sekolah Dasar

            Negeri 010 Teluk Pinang

            Kecamatan Gaung Anak Serka

            Tahun Pelajaran 2019/2020 .........    53

 

Tabel IV.3  Keadaan Sarana dan Prasarana

            di Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk

            Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka

            Serka Tahun Pelajaran 2019/2020 ....        56

 

Tabel IV.4  Hasil Observasi I Peran Guru

            Kelas Sebagai Motivator Pada

            Proses Pembelajaran

            Bapak Muhammad Ridwan J, S.Pd ......        57

 

Tabel IV.5  Hasil Observasi II Peran Guru

            Kelas Sebagai Motivator Pada

            Proses Pembelajaran

            Bapak Muhammad Ridwan J, S.Pd ......        58

 

Tabel IV.6  Hasil Observasi III Peran Guru

            Kelas Sebagai Motivator Pada

            Proses Pembelajaran

            Bapak Muhammad Ridwan J, S.Pd ......        59

 

Tabel IV.7  Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Andre ..............................        61

 

Tabel IV.8  Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Muhammad Irzi Alghifari ............        63

 

Tabel IV.9  Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

               Tiyara .............................        65

Tabel IV.10 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Muhammad Sahrul Ramadan ............        67

 

Tabel IV.11 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Haida Putri Ramadan ................        69

 

Tabel IV.12 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Ahmad Syahran .....................    71

 

Tabel IV.13 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Firdaus ...........................    73

 

Tabel IV.14 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Nursyifa Fitri ....................    75

 

Tabel IV.15 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Sumiyati ..........................    77

 

Tabel IV.16 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Nurfadilah ........................    79

 

Tabel IV.17 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Muhammad Rizki Mahendra ...........    81

 

Tabel IV.18 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Fazila Tunisi .....................    83

 

Tabel IV.19 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Siti Fadila .......................    85

 

Tabel IV.20 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Maisyaroh .........................    87

 

Tabel IV.21 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Nur Aisya Zahara ..................    89

 

Tabel IV.22 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Elsa Evi Yani .....................    91

 

Tabel IV.23 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Ahmad Sandi .......................    93

 

Tabel IV.24 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Dimas Wahyu Nugraha ...............    95

 

Tabel IV.25 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Muhammad Rizki Yahnurahman ........    97

 

Tabel IV.26 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Akmalia Putri .....................    99

 

Tabel IV.27 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Ardian Azmi .......................   101

 

Tabel IV.28 Hasil Angket Faktor-Faktor yang

            Mempengaruhi Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran

            Anggun Sri Hartati ................   103

 

Tabel IV.29 Rekapitulasi Hasil Observasi

            Peran Guru Kelas Sebagai Motivator

            dalam Meningkatkan Interaksi Sosial

            Pada Proses Pembelajaran di Kelas V

            Sekolah Dasar Negeri 010 Teluk

            Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka ..       105

 

Tabel IV.30 Rekapitulasi Hasil Angket

            Faktor-Faktor yang Mempengaruhi

            Interaksi Sosial Pada Proses

            Pembelajaran di Kelas V Sekolah

            Dasar Negeri 010 Teluk Pinang

            Kecamatan Gaung Anak Serka .........       109

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar